Laporan Investigasi: Zelensky Curi Dana Bantuan AS Rp 5,9 T

US President Joe Biden (L) walks next to Ukrainian President Volodymyr Zelensky (R) as he arrives for a visit in Kyiv pada 20 Februari 2023. - Presiden AS Joe Biden melakukan perjalanan mendadak ke Kyiv pada 20 Februari 2023, menjelang ulang tahun pertama invasi Rusia ke Ukraina, menurut wartawan AFP. Biden bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di ibu kota Ukraina pada kunjungan pertamanya ke negara itu sejak awal konflik. (DIMITAR DILKOFF/AFP via Getty Images)

– Wartawan investigasi ternama dunia, Seymour Hersh, membuat laporan mengejutkan. Ia menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berserta kroni-kroninya telah mencuri dana bantuan dari Amerika Serikat (AS) hingga triliunan rupiah.

Hal ini diungkapkan saat AS terus memberikan dukungan bagi Kyiv dalam melawan tentara Rusia. Dalam keterangan seorang sumber CIA kepada Hersh, dana yang diselewengkan itu sebelumnya dialokasikan untuk pembayaran diesel.

Zelensky disebut menggunakannya untuk minyak Rusia melalui Bulgaria dan Latvia. Mengingat status Bulgaria dan Latvia yang merupakan negara Uni Eropa (UE), dikhawatirkan bahwa tindakan tersebut juga telah melanggar sanksi yang diberlakukan blok itu untuk menggembosi pendapatan Rusia.

“Zelensky dan rombongannya menggelapkan setidaknya US$ 400 juta (Rp 5,9 triliun) dari dana AS yang dimaksudkan untuk pengadaan diesel tahun lalu,” tulisnya dalam dalam artikel baru di Substack, dikutip Russia Today, Kamis, (13/4/2023).

Seorang ahli juga dikutip oleh Hersh. Ia membandingkan tingkat korupsi dalam pengadaan Ukraina dengan apa yang terlihat di Afghanistan, ketika pemerintah yang didukung AS berkuasa di Kabul.

Menurut sumbernya, kementerian di Kyiv bersaing untuk mendirikan perusahaan untuk mengekspor senjata dan amunisi, dengan para pejabat terkait mengambil untung dari suap. Pemerintah AS, di sisi lain, telah menyatakan bahwa tidak ada bukti senjata yang dipasok Barat di Ukraina dialihkan ke tempat lain.

Hersh mengutip sumber intelijen yang merujuk pada pertemuan bulan Januari antara Zelensky dan Direktur CIA William Burns. Pejabat AS itu diduga memberikan daftar 35 jenderal dan menteri yang diketahui CIA sebagai otoritas yang korup.

“Pejabat senior Ukraina juga mengeluh bahwa Zelensky mengambil bagian yang lebih besar dari uang skim daripada yang diberikan kepada para jenderal,” sumber itu menjelaskan.

Hersh mengungkap bahwa tanggapan dari pemimpin Kyiv terkait hal ini adalah memecat staf dari Kabinet Menteri, pemerintah daerah, dan bagian lain dari pemerintahan nasional. Ukraina mengklaim langkah itu merupakan bagian dari strategi anti-korupsi.

“Menteri Pertahanan Aleksey Reznikov, yang terperosok dalam skandal pembelian makanan yang terlalu tinggi untuk pasukan, diperkirakan akan dipecat pada saat itu, tetapi dia selamat dari pembersihan tersebut,” tambahnya.

Belum ada konfirmasi dari Ukraina soal ini. Rusia juga belum memberi pernyataan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*