Senjata Pembunuh Israel Lumpuhkan Gaza, Ternyata Pakai AI

Senjata Pembunuh Israel Lumpuhkan Gaza, Ternyata Pakai AI

Tentara Israel beroperasi di Jalur Gaza, Senin (4/12/2023). (Israel Defense Forces/Handout via REUTERS)

Teknologi Artificial Intelligence (AI) ternyata ikut dalam perang di jalur Gaza. Israel menggunakannya dalam operasi yang disebut sebagai ‘pabrik target’.

Pabrik target telah dijalankan oleh Israel sejak 2019 lalu. Kabarnya AI membuat target serangan negara itu meningkat secara signifikan, yakni mencapai 70%.

Jumlah target yang ditentukan dengan menggunakan AI juga melonjak dua kali. Pada Operation Guardian of the Walls 2021 lalu menjadi 100 target dalam satu hari yang sebelumnya hanya 50 target setahun.

Sistem AI dinilai dapat menentukan target dengan lebih cepat. Teknologi canggih itu disebut bisa menentukan target lebih baik dibandingkan yang disarankan oleh manusia.

Pihak Israel memang memikirkan https://hokijackpot.store/ dengan seksama target serangan. Ini ditegaskan oleh pejabat tentara IDF, yang menyebutkan menggunakan standar tinggi saat menentukan sebuah target.

Standar itu akan menimbulkan dampak besar pada musuh. Sebaliknya diharapkan berdampak kecil pada mereka yang tidak terlibat.

“Kami tidak memberikan kompromi pada kualitas intelijen dan menghasilkan target serangan yang tepat pada infrastruktur terkait dengan Hamas. Jadi menimbulkan kerusakan besar pada musuh dan kerugian minimal untuk yang tidak terlibat,” jelasnya.

Israel menggunakan AI untuk memberikan rekomendasi lokasi yang diduga sebagai tempat tinggal Hamas. Setelahnya, mereka akan melancarkan serangan udara pada lokasi yang ditentukan itu.

Namun ini juga membuat Israel tidak hanya berfokus pada Hamas. Karena negara itu juga tetap membunuh banyak masyarakat sipil.

Laporan itu berasal dari mantan perwira intelijen Israel. Menurutnya, serangan yang dilancarkan tersebut menekankan pada kuantitas bukan kualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*