Nenek Moyang Spotify Bangkit dari Kubur, Gen Z Pasti Ga Tahu

winamp (dok.winamp)

Jauh sebelum Spotify hadir, generasi 90an punya Winamp untuk memutar musik kesukaan. Kini, setelah 25 tahun dan banyak perubahan kepemilikan, Winamp sedang mencoba kembali bangkit.

Pemutar musik klasik itu kini memiliki versi baru yang tampil beda seperti dengan versi sebelumnya.

Winamp akan berfungsi sebagai agregator sumber audio online dan cara bagi pembuat konten untuk terhubung dengan penggemar.

Winamp versi lama tidak akan hilang, namun yang terbaru ini diklaim jauh lebih tangguh. Me-reboot adalah upaya pemilik Winamp saat ini, Llama Group yang berbasis di Brussels, untuk menjangkau audiens yang mungkin terlalu muda untuk mengetahui tentang software MP3 ini.

“Kami pasti ingin mempertahankan dan memberikan kepuasan kepada komunitas,” kata Thierry Ascarez, chief commercial officer Winamp, dikutip dari Fast Company, Kamis (13/4/2023).

Namun, kata dia, mereka ingin berkembang dan memberikan sesuatu untuk generasi sekarang.

Saat diluncurkan, versi baru Winamp hanya tersedia di web, dan dengan kemampuan terbatas. Pengguna dapat melakukan streaming dari stasiun radio internet dan mendengarkan podcast. Pengguna dapat terhubung dengan masing-masing pembuat konten yang telah masuk ke platform.

Nanti di kuartal 3 (Q#) 2023, Winamp berencana meluncurkan aplikasi seluler untuk iOS dan Android, bersama dengan kemampuan untuk memutar file audio lokal. Aplikasi desktop untuk Windows dan Mac akan tiba di Q4.

Untuk jangka panjang Winamp berencana menjadi hub semua jenis sumber audio. Bersamaan dengan pemutaran audio lokal, mereka berencana mengintegrasikan dengan layanan musik streaming seperti Spotify. Hal ini memungkinkan pengguna mengakses daftar putar mereka tanpa meninggalkan Winamp.

“Di masa lalu, sudah menjadi DNA Winamp untuk membaca format apa pun, jadi kami berusaha menjaga semangat yang sama dengan pemutar saat ini untuk mengakses layanan audio apa pun,” kata Ascarez.

Masih banyak yang harus dilakukan agar Winamp dapat mewujudkan rencananya, tetapi dengan memberi pengguna tempat yang nyaman untuk mengakses audio, Winamp juga berharap dapat menarik lebih banyak pembuat konten ke platform ini.

Bagian penting dari versi baru Winamp adalah “Fanzone”, layanan mirip Patreon tempat pendengar dapat membeli fasilitas, seperti akses awal ke lagu atau NFT eksklusif.

Kreator dapat menjual produk ini melalui Fanzone, sembari menggunakan Winamp untuk mengelola hak cipta, melisensikan lagu untuk penggunaan komersial, dan mendistribusikan musik ke layanan seperti Spotify.

“Ini benar-benar model menawarkan mereka pasar untuk menjadi pedagang yang lebih baik.” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*