Geger Ilmuan China Sebut Virus Covid-19 Berasal dari Manusia

In this Friday, Jan. 24, 2020, photo released by China's Xinhua News Agency, a medical workers transfer a patient out of the intensive care unit at Zhongnan Hospital of Wuhan University in Wuhan in central China's Hubei Province. China expanded its lockdown against the deadly new virus to an unprecedented 36 million people and rushed to build a prefabricated, 1,000-bed hospital for victims Friday as the outbreak cast a pall over Lunar New Year, the country's biggest, most festive holiday. (Xiong Qi/Xinhua via AP)

Peneliti China mengklaim bahwa virus Covid-19 kemungkinan berasal dari manusia, bukan dari hewan seperti temuan penelitian sebelumnya.

Mengutip CNN Internasional, Tong Yigang dari Universitas Teknologi Kimia Beijing menjelaskan bahwa urutan genetik dari sampel virus yang diambil dari Pasar Makanan Laut Huanan di Wuhan, yang dianggap sebagai titik nol pandemi, “hampir identik” dengan pasien yang terinfeksi virus corona. Hal ini, menurut dia, menunjukkan bahwa Covid-19 mungkin berasal dari manusia.

Saat berbicara dalam konferensi pers yang diadakan oleh Dewan Negara China mengenai penelitian asal mula Covid-19, Tong mengatakan lebih dari 1.300 sampel lingkungan dan hewan beku telah diambil di pasar antara Januari 2020 dan Maret 2020, dan para peneliti telah mengisolasi tiga strain virus dari sampel lingkungan.

Dia juga mengatakan belum ada cukup bukti untuk mendukung penelitian terbaru yang menyatakan bahwa anjing rakun adalah asal dari virus Covid-19.

Berbicara pada acara yang sama, peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, Zhou Lei, menyerukan kolaborasi ilmiah global untuk melacak asal-usul virus. Zhou mengatakan bahwa lokasi tempat Covid-19 pertama kali ditemukan belum tentu merupakan tempat virus itu berasal.

China di masa lalu telah banyak dikritik karena dianggap menghalangi penyelidikan internasional tentang asal-usul virus Covid. Awal pekan ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan masih belum memiliki data kunci dari China tentang awal wabah.

Namun, China berulang kali menyatakan bahwa pihaknya telah bersikap transparan dan kooperatif dengan WHO.

Perdebatan seputar asal-usul virus muncul kembali baru-baru ini menyusul penilaian bulan lalu oleh Departemen Energi AS yang menyebut bahwa virus Covid kemungkinan besar akibat kecelakaan dari laboratorium.

Pada hari Sabtu, Zhou membantah teori kebocoran lab dengan mengatakan bahwa hal itu “sangat tidak mungkin”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*